jump to navigation

Baru mau bisnis, apa yg harus dilakukan? May 20, 2009

Posted by imamwijayanto in Uncategorized.
add a comment

Pagi ini ada kawan lama yang nge buzz saya,dia merupakan adiknya teman seperjuangan ketika di SMA.  Anggaplah namanya budi, selama ini dia bekerja di luar negeri dengan penghasilan yang besar. Walaupun besar tetapi dia punya keinginan untuk meninggalkan pekerjaannya untuk berwiraswata, maklum tabungannya sudah besar. Biasanya memang ketika uang tabungan besar rasanya gatel ingin mengembang-biakan uang tersebut daripada menganggur di bank.

Dia menanyakan bisnis apa yang sekiranya bisa dia masukin untuk memulai. Saya kalau menjawab hal seperti ini biasanya ga langsung saya jawab. Saya balik bertanya apakah dia sebelumnya pernah berbisnis? dan dia jawab belum pernah sama sekali. Wah kalau begini saya harus lebih hati-hati menjawabnya karena dia artinya belum tau bahwa berbisnis itu diperlukan sikap mental yang sama sekali berbeda ketika kita bekerja.

Walaupun dia bernafsu untuk memulai bisnis secepatnya tapi saya justru menenangkannya untuk  melihat sesuatu lebih jernih. Karena kalau dia salah melangkah maka uang tabungannya bisa habis tak tersisa. Katanya dia sudah menanyakan ke indomaret persyaratan untuk bisa menjadi franchisor. Ternyata dana yang diperlukan luar biasa banyak.

Saya justru menyarankan yang berkebalikan, saya ingin dia belajar dulu memulai bisnis. Caranya gimana? karena selama ini yang dia gunakan adalah otak kirinya, maka dia perlu melatih otak kanannya untuk dapat menemukan peluang2 dalam berbisnis. Cara yang paling efektif adalah praktek langsung, yup dia harus memulai bisnis terlebih dahulu tapi dengan modal yang tidak banyak.

Bisnis ini bukan untuk mencari keuntungan tapi untuk melatih dia bagaimana cara berbisnis, resiko yang diadapat juga kecil tapi dia bisa merasakan kalao bisnis itu seperti ini toh. Tujuannya adalah dia bisa melatih otak kanan kanannya dan juga melatih mental pengusaha. Bagaimana sikap kita kalau ternyata usahanya tidak semulus yang kita perkirakan? bagaimana sikap kita kalau pelanggan ternyata sedikit? bagaimana mencari solusinya? bagaimana menghadapi karyawan? dsb.

Itu semua hanya bisa didapat kalau kita langsung praktek, tetapi memulai dari yang kecil dahulu. Kalau yang kecil berhasil maka kita bisa memulai yang agak besar, kemudian yang lebih  besar lagi.

Memulai bisnis itu ibarat kita baru mau belajar menyetir mobil. Kalau baru belajar kita ga mungkin langsung pergi ke daerah puncak dengan tingkat kesulitan yang begitu tinggi. Sebaiknya kita mulai dengan jalanan yang sepi dahulu, seperti komplek perumahan. Apabila sudah mulai lancar kita bisa tingkatkan dengan menyetir di jalan raya yang tidak terlalu ramai, kemudian bisa di tingkatkan di jalan raya dalam kota. Dan apabila sudah sangat lancar kita bisa menyetir keluar kota dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Apabila kita lakukan dengan cara seperti itu maka insya Allah kita bisa berbisnis dengan skala modal berapapun akan berjalan dengan  lancar.

Salam sukses

Imam Wijayanto

Google Adsense March 15, 2009

Posted by imamwijayanto in Uncategorized.
6 comments

google-adsense-logo-350_0Tadi malam tiba-tiba teman dari SD dan SMA ngebuzz di Facebook Chatt. Dia memberitahu mengenai peluang usaha dari google adsense. Sebenarnya ini bukan cerita baru karena beberapa buku di TB Gramedia membahas masalah ini dan salah satu bukunya malah saya beli. Tetapi mungkin karena belum ada teman yang berbagi pengalaman cara menggunakan google adsense jadi saya malah bingung sendiri. Bahasan tadi malam begitu menarik karena pertanyaan-pertanyaan saya selama ini sebagian besar bisa dijawab oleh dia.

Sebenarnya dia juga masih baru juga memanfaatkan ini tetapi setidaknya dia sudah mencobanya. Banyak cerita-cerita sukses bagi yang mendapatkan uang dari google adsense ini. Salah satu ceritanya adalah temennya teman saya itu telah bisa mendapatkan uang sebesar $5.000/bln. Lumayan juga juga saya pikir, tetapi bagaimana caranya bisa dapat uang sebanyak itu?

Mungkin perlu dijelaskan cara kerja google adsense ini. Google adsense adalah layanan iklan yang dimiliki oleh Google, dimana para pemilik situs dapat memasang iklan tersebut di situs situs mereka dan mendapatkan penghasilan dari jumlah klik dari pembaca situs kita yang mengakses iklan-iklan  mereka. Iklan yang muncul bisa bermacam-macam jenisnya, bisa berupa teks, gambar, bahkan video. Namun yang pasti iklan-iklan tersebut akan selalu relevan atau sesuai dengan isi halaman dimana iklan tersebut dipasang.

Dari cara kerja diatas mungkin anda sudah mendapat gambaran bagaimana mendapatkan penghasilan tambahan dari google adsense. Mudah ya tinggal klik iklan yang ada di situs kita dan uang akan mengalir ke kita. Bagaimana kalau kita sendiri yang menge-klik iklan2 tersebut? atau cuma klik saja dan keluar lagi dari iklan tersebut? Ternyata google sudah mengantisipasi hal-hal tersebut. Mereka tidak akan menghitung jumlah klik dari komputer kita sendiri dan ternyata pengunjung situs kita tidak hanya mengklik situs-situs iklan tetapi harus mengeksplore situs-situs tersebut. Baru mereka akan menghitung jumlah Dollar yang kita dapatkan.

Beberapa kisah sukses yang bisa mendapatkan ribuan dollar dari google adsense ternyata melakukannya dengan niat sekali. Mereka pake modal sendiri, caranya adalah dengan menyuruh beberapa orang untuk mengakses situs-situs tersebut dari beberapa warnet. Modalnya tentu saja tidak sedikit, tapi ini memang tipikal beberapa orang Indonesia ya? hehehehe. Mereka selalu saja mencari celah untuk mendapatkan kekayaan sendiri. Tetapi google ternyata juga akan curiga terhadap orang-orang seperti ini, karena mereka pasti sudah mempelajari pola-pola “kejahatan” ini. Pada akhirnya situs-situs mereka di stop oleh pihak google karena mencurigakan.

Kalau kisah sukses seperti itu tentu saja  tidak patut untuk dicontoh, itu tidak alami mendapatkan uangnya. Seharusnya konsentrasi kita adalah bagaimana menghasilkan situs yang berguna bagi banyak orang dan karena banyaknya pengunjung situs otomatis akan menge-klik iklan-iklan yang sesuai dengan yang mereka butuhkan. Dengan cara ini pasti semua yang kita dapatkan akan berjalan secara alami dan tidak dibuat-buat. Uang yang kita dapatkanpun merupakan efek dari produk bagus yang kita hasilkan.

Bagaimana cerita anda mengenai google adsense? apakah ada yang sukses dengan cara alami?

Salam sukses

Imam Wijayanto

Motivasi mempunyai usaha haruslah bukan karena uang March 2, 2009

Posted by imamwijayanto in Tips bisnis.
4 comments

not-moneyMungkin banyak yang tidak setuju dengan judul yang ada diatas…. Banyak dari teman-teman saya ketika saya bilang kalau mau usaha jangan tertarik dengan keuntungannya (uang) lantas mereka selalu bilang kalau bukan uang lalu apa? Menjawab hal tersebut memang susah-susah gampang. Saya selalu memberikan contoh-contoh nyata beberapa perusahaan yang berdiri bukan karena mengincar keuntungannya ketika mengawali usahanya.

Beberapa buku yang saya baca tentang pengusaha antara lain adalah buku dengan judul “10 pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0”. Didalam buku tersebut terdapat 10 pengusaha yang memulai usaha bukan karena warisan orangtuanya tetapi benar-benar dari 0 bahkan ada yang tanpa modal sedikitpun. Dari semua pengusaha tersebut mereka sepakat untuk mewanti-wanti bagi yang ingin memulai bisnis faktor utamanya haruslah bukan karena ingin mengincar keuntungan.

Mereka mengatakan bahwa dengan mengincar uang maka kita akan terjebak oleh iming-iming keuntungan . Contohnya adalah kalau kita mengincar uang maka kita akan tergiur dengan bisnis yang saat ini dipikir memang menguntungkan. Ketika ada pengusaha yang berhasil menjual voucher maka orang-orang akan berbondong-bondong mengikuti bisnis tersebut.

Padahal dengan begitu maka akan banyak sekali orang yang terjun di bisnis tersebut. Akibatnya supply akan membengkak dan para pengusaha akan saling sikut-sikutan dengan bersaing di harga. Kondisi ini akan sangat tidak menguntungkan bagi pengusaha yang baru memulai bisnis karena mereka belum punya pengalaman. Dalam waktu singkat bisnis mereka akan kolaps dan tidak bisa dilanjutkan lagi.

Contoh kedua adalah apabila bisnis yang dibangun belum menguntungkan setelah beberapa lama , mereka yang mengincar keuntungan secara mental akan down dan semangat untuk berjualan akan semakin menurun, akibatnya bisnis tidak bertahan lama. Berbeda sekali kalau memulai bisnis karena passion terhadap bisnis tersebut atau karena hobby, mereka akan enjoy membangun bisnis dan dengan sabar akan berusaha untuk meningkatkan penjualannya.

Atau juga kalau mengincar keuntungan semata maka gaji karyawan akan ditekan sekecil-kecilnya. Kondisi ini malah akan menjadi boomerang bagi bisnis tersebut karena karyawan tidak akan semangat dalam bekerja yang mengakibatkan kinerja menurun dan secara otomatis keuangan perusahaan juga akan bermasalah.

Ternyata tidak hanya 10 pengusaha diatas saja yang mengatakan hal tersebut. Pada saat Milad 3 TDA di BPPT pada tanggal 28 feb – 1 Maret 2009 ada 2 pengusaha besar yang mengatakan hal yang serupa yang pertama adalah Salim kartono CEO DRTV, dia mengatakan melalui video yang diputar bahwa untuk menjadi pengusaha bukan untuk mencari uang tetapi memenangkan hati konsumen. Dan yang kedua adalah Ustad Lihan pengusaha dengan 13 Perusahaan, dia menomor duakan uang dalam memulai usaha. Yang pertama dilihat adalah membantu banyak orang dengan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja.

Kalau dilihat disini terdapat pola yang sama bagi para pengusaha yang sudah berhasil. Mereka selalu menomorduakan uang ketika memulai usaha.

Ada satu lagi pengusaaha yang saya kagumi yaitu Jakob Oetama.Dia adalah pendiri Kompas Gramedia Group (KKG). Saya sangat mengenal sosok beliau karena saya pernah bekerja di group tersebut selama 7 tahun. Bagaimana visinya terhadap karyawan di KKG dan juga terhadap para pembacanya luar biasa. Bagaimana nilai-nilai yang dianutnya dalam menjalankan perusahaan dan juga bagaimana keinginannya untuk selalu menyenangkan para karyawannya patut diteladani.

Menurut survey sebuah majalah bisnis di Indonesia KKG merupakan salah satu perusahaan dengan jumlah turn over karyawannya yang terkecil. Tidak mengagetkan menurut saya karena hampir semua karyawan di sana sangat menyukai gaya kepemimpinannya yang ngemong layaknya orang tua kepada anaknya. Bukan saja ngemong tetapi juga sangat bermurah hati dalam memberikan bonus-bonus ataupun kebaikan lainnya terhadap karyawannya.

Selain itu yang membuat saya kagum terhadap beliau adalah nilai yang mengharuskan KKG mempunyai usaha yang bukan sekedar hanya menguntungkan tetapi haruslah memberikan pencerahan bagi konsumennya. Jadi sesuatu yang mustahil apabila KKG menerbitkan Koran atau majalah yang esek-esek ataupun yang bombastis memprovokasi para pembacanya. Walaupun itu akan laku dipasaran. Dengan sifatnya yang melayani konsumen dan karyawannya beliau menjelma menjadi pengusaha yang sukses.

Lantas siapa lagi? Mungkin teman-teman mempunyai kisah sendiri tentang pengusaha yang motivasinya bukan karena uang…

Bagaimana dengan pengalaman saya sendiri? Yupp….semua usaha yang saya jalani berawal dari suatu kebutuhan saya pribadi yang tidak dapat dipenuhi ataupun karena kesukaan saya karena sesuatu hal. Usaha pertama saya adalah berjualan cup corn daily fresh (jagung manis yg dijual di cup kecil)..itu saya lakukan sekitar tahun 2004. Mengapa saya memilih berjualan ini? Jawabannya sangat sederhana karena saya hobi sekali makan makanan ini.

Saya pikir daripada terus membeli lebih baik saya yang jualan…karena rasanya sangat enak saya yakin banyak orang yang menyukainya. Saya buka usaha ini di Ekalokasari Plasa Bogor…walaupun tempat tinggal saya di Jakarta usaha saya ada di bogor saya tidak peduli . Waktu itu jarak bukan menjadi masalah besar bagi saya walaupun saya harus bolak balik Jakarta – Bogor naik sepeda motor tiap akhir pekan karena saya masih bekerja tapi saya menjalaninya dengan semangat yang tinggi.

Lantas usaha saya yang kedua adalah membuka cabang Bakso Kota Cak Man di Plasa Semanggi. Itupun alasannya bukan karena ingin mencari uang tetapi karena saya pernah tinggal di Malang maka kesukaan saya ketika masih disana adalah makan Bakso Malang. Maka ketika saya sudah lulus dan bekerja di Jakarta tidak ada bakso malang yang enak menurut lidah saya disini. Kemudian saya pikir kenapa tidak berjualan Bakso Malang yang asli dari malang saja…..pasti banyak orang yang menginginkan Bakso Malang yang enak seperti saya di Jakarta.

Maka sayapun akhirnya membuka cabang Bakso Kota Cak Man di Plasa Semanggi. Walaupun di awal-awal buka tidak begitu ramai tetap saja saya semangat karena setidaknya ada yang membeli setiap harinya apalagi ketika pembeli memberikan pujian terhadap rasa Baksonya wah….rasanya seperti lunas kecapekan dalam mengurusi usaha ini. Dan benar saja sekarang pembeli Bakso Cak Man di Plasa Semanggi alhamdulillah sudah banyak. Apalagi kalau hari jumat, antriannya panjang ketika membeli Bakso kami…..

Sekali lagi teman-teman semua ……apabila anda berkeinginan mempunyai usaha karena tertarik dengan keuntungannya (uang) sebaiknya anda berfikir kembali dan mencari motivasi yang lainnya.

Salam sukses

Imam Wijayanto

Impossible is Nothing February 17, 2009

Posted by imamwijayanto in Uncategorized.
add a comment

pandji1

Hari minggu tanggal 15 Februari 2009 saya bersama istri dan anak datang ke acaranya launching buku “How I Sold 1000 CD in 30 Days” di FX Jakarta, buku ini tulisan dari  Pandji Pragiwaksono. Bagi yang belum tahu, Pandji merupakan  penyiar radio Hard Rock FM serta host beberapa acara TV. Dia beberapa waktu yang lalu membuat album hip hop dan membuat buku pengalaman bagaimana strategi marketing agar bukunya laku dipasaran. Agak kaget juga membaca buku tersebut….banyak ilmu marketing yang dapat dipelajari. Penulis benar-benar cinta dunia marketing, begitu banyak literatur yang dibaca.

Tapi saya tidak ingin membahas buku tersebut….justru saya tertarik dengan albumnya. Isinya ada 14 judul lagu dan semuanya adalah nyanyi dengan cara rap. Seumur-umur baru kali ini saya beli album rap hehhehee.

Yang membuat saya tertarik adalah musiknya…ga seperti musik rap, malah cederung ke musik jazz. Pandji dengan sangat berani membuat album rap yang berbeda dengan album rapper lainnya. Ini ternyata disengaja….dia bilang sedikit berbeda lebih baik dibandingkan sedikit lebih baik. Hhhmmmm memang benar, kalo mau sukses….. produk harus berbeda dengan yang sudah ada.  Jangankan produk, orang aja kalo mau sukses harus berbeda….cari jalan yang tidak biasa dilakukan oleh orang lain. Ketika orang2 mencari pekerjaan ketika lulus, kalo mau sukses kita justru harus cari pegawai alias menjadi enterpreneur.

Atau ketika ada sungai yang berlimpah ikan didalamnya dan orang-orang berbondong-bondong berusaha memancing ikan,  kita harus berani berbeda dengan tidak memancing tetapi justru berjualan alat pancingnya. Kalo memancing masih untung-untungan kalo jualan pancing dijamin pasti laku hehehehhe.

Kembali ke album pandji….ada 2 alasan utama lagi yang membuat saya membeli album tersebut. Lirik dari lagu-lagu Pandji…..sangat provokatif, sangat jujur, dan sebagian sangat dekat dengan pengalaman-pengalaman saya. Pokoknya mendengarkan lagu-lagunya membuat saya terhibur dan tertawa kecil sendiri. Jarang sekali ada lagu-lagu yang membuat kita tersenyum-senyum. Dan alasan selanjutnya adalah dengan membeli album ini kita secara otomatis menyumbang ke yayasan anak kanker indonesia.  Wah….gimmick yang bagus sehingga orang ga mau membeli bajakannya.  Terobosan yang luar biasa karena sepertinya dia membuat album bukan untuk mencari duit tetapi lebih ke-keinginan untuk membuktikan kalau dia bisa bikin album yang berbeda.

Cuma satu yang saya sayangkan…Pandji tidak memiliki mimpi yang tinggi. Sebenarnya dia bisa mempunyai target bisa menjual album tersebut 100.000 CD bukan sekedar 1.000 CD. Dengan menjual 100 ribu CD, coba bayangkan saja berapa yang bisa dia sumbangkan buat yayasan anak kanker Indonesia. Pasti sudah lebih dari cukup untuk membiayai pengobatan beberapa pasien. Kalau saya dengar lagu-lagunya…potensi untuk membesarkan penjualan sangat terbuka lebar.

Dia bisa menggunakan dunia maya untuk menjual CD-CDnya. Kalau menjual di internet, pasarnya adalah Dunia!!! Dari sekian ratus juta penggemar musik pasti ada yang tertarik dengan lagu-lagunya…apalagi sebagaian lirik menggunakan Bhs Inggris. Jangan-jangan bisa lebih dari itu…mudah-mudahan di album keduanya Pandji mempunyai target penjualan album yang tinggi. Jadi ingat  slogan Adidas “Impossible is Nothing”.

Salam sukses

Imam Wijayanto

Jika anda punya bisul…tunggulah pecah secara alami. February 14, 2009

Posted by imamwijayanto in Uncategorized.
add a comment

Apakah anda pernah bisulan? Hampir semua orang pasti pernah mengalaminya….penyakit ini terlihat sepele tetapi kalau tumbuh didaerah tertentu seperti di daerah lipatan, maaf bokong, ataupun di lutut akan membuat sang pemilik bisul akan tersiksa. Apakah bisul itu? Dan bagaimana kita bisa terkena bisul? Dan bagaimana mengobatinya? Baiklah kita akan membahas hal tersebut satu per satu.

Bisul adalah radang pada daerah folikel rambut kulit  dan sekitarnya. Penyebab  tersering adalah bakteri – biasanya staphylococcus aureus, karena itu bisul dapat juga diartikan sebagai infeksi lokal pada kulit
dalam. Awalnya hanya folikel rambut yang terinfeksi, tetapi karena adanya gesekan, iritasi, dan kurang bersihnya perawatan tubuh, infeksi tersebut dapat menyebar ke jaringan sekitarnya, dan menjadi bisul.

Penyebab awalnya dapat juga karena rambut yang tumbuh ke dalam, luka, atau masuknya benda asing ke dalam kulit.

Bisul biasanya berawal dari benjolan merah dan lunak di daerah kulit, yang lama kelamaan akan menjadi lebih keras. Kemudian di tengah benjolan tersebut akan terbentuk puncak berwarna putih – yang akan
memecah atau harus dikeluarkan oleh dokter (melalui prosedur bedah minor). Cairan yang keluar ini disebut nanah,  berisi sel darah putih (yang dikirim tubuh untuk melawan bakteri yang menginfeksi daerah
kulit tersebut ), bakteri dan protein.

Ternyata kalau kita bisulan untuk mengobatinya, kita harus punya tingkat kesabaran yang tinggi. Kalau masih merah dan terasa perih itu tandanya bisulnya masih tahap awal…kalau tidak sabar dan langsung kita potong bisul tersebut akan terjadi infeksi yang berakibat fatal. Lebih baik kita nikmati saja proses berkembangnya bisul tersebut….pemberian obat hanya akan mempercepat prosesnya. Nanti ketika sudah mencapai puncaknya yaitu ada matanya artinya bisulnya hampir pecah. Dan rasakan betapa leganya kita ketika bisul tersebut sudah pecah….rasanya plong.

Melakukan apapun jadi enak kembali…yang tadinya gerak kita terbatas menjadi bebas untuk bergerak. Kenikmatan tersebut akan muncul setelah kita melewati suatu rasa yang tidak mengenakan.

Hidup juga begitu setidaknya menurut saya …..pernahkah anda terkena suatu masalah? Baik yang ringan maupun berat? Pasti semua orang pernah ada masalah….ga mungkin kita hidup tanpa masalah. Ketika masalah menerpa kita apa perasaan kita? Pasti waktu seperti lama berjalan….dan ingin cepat-cepat selesai. Masalah ibarat bisul, nanti diakhir ketika sudah selesai masalah tersebut kita akan menemukan kenikmatan yang luar biasa.

Yup…tapi kita harus menghadapi masalah tersebut dan berusaha menikmatinya agar tidak menambah beban kita. Tapi percayalah tidak ada jalan pintas untuk menyelesaikannya…..bisa – bisa akan semakin membesar masalah tersebut. Yang bisa kita lakukan adalah harus berani menghadapinya dan berusaha menjalaninya dengan hati yang lapang…hati yang ikhlas. Nanti ketika sudah selesai masalah tersebut kita akan semakin besar sebagai manusia, kita akan naik kelas. Kita akan menemukan kenikmatan yang tidak pernah kita rasakan sebelumnya…maka bersabarlah kita sebagai manusia apabila kita mempunyai bisul ataupun masalah.

Salam sukses

Imam Wijayanto

Mau menaikkan omzet hingga 3000%? Tanpa keluar biaya promosi? Bisa kok…(2) February 8, 2009

Posted by imamwijayanto in Tips bisnis.
add a comment

Postingan ini adalah bercerita mengenai strategi gerilya ke media-media baik cetak maupun televisi dalam rangka untuk menaikkan omzet Warung Surabi Arab dan merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yaitu “Mau menaikkan omzet hingga 3000%? Tanpa keluar biaya promosi? Bisa kok…” berikut adalah cuplikan dari tulisan yang pertama…

Warung Surabi Arab harus diliput sama media cetak maupun televisi itu adalah jawaban untuk mendatangkan konsumen. Tapi bagaimana caranya? Pertama saya bikin menu baru yang sekiranya akan menjadi magnet para pencari berita untuk datang. Menu baru itu haruslah yang unik karena surabi bandung itu sudah biasa dan sebagian orang sudah tau rasanya. Dan yang kedua menu baru ini haruslah enak dan memberi kesan yang kuat bagi yang memakannya.

Pada akhirnya kita berhasil menciptakan menu tersebut yaitu Surabi ice cream. Surabi ini sangat unik dan mempunyai rasa yang pas banget dilidah…setelah menemukan resep yang paling pas kita mulai bergerilya untuk mendatangkan media (kaya mau perang aja ya bahasanya……)

Strategi gerilya ke media-media dilakukan berdasarkan cakupan media tersebut. Pertama yang dibidik adalah media-media yang berada di Bogor. Sengaja tidak langsung menyasar ke semua media supaya minimal setiap minggu ada aja media yang akan menulis mengenai Surabi Arab. Sehinga selalu ada pembeli baru setiap minggunya dan diharapkan akan terjadi efek bola salju yang semakin lama akan semakin membesar.
Mungkin ada yang menanyakan bagaimana kita menghubungi media? Apa perlu mengenal “orang dalam” untuk diliput sama media tertentu? Ok akan saya jawab satu persatu…strategi kita adalah membuat surat undangan untuk salah satu wartawan media tersebut untuk mencicipi surabi terbaru kita. Ditujukannya ke pemimpin redaksi media tersebut….nanti mereka pasti akan mengutus salah satu wartawannya untuk meliput kalau memang dirasa menarik untuk ditulis. Dan kita ga perlu mengenal “orang dalam” dari setiap media…karena saya sama sekali tidak mengenal semua wartawan yang datang untuk meiput warung Surabi kami.

Undangan pertama adalah ke Radar Bogor…Koran terbesar di kota Bogor. Rencana berjalan lancar…surat undangan kita fax ke redaksi. Oh iya no. fax kita dapat dari ngintip Koran tersebut..dihalaman tertentu biasanya ada no. telpon ataupun no fax dari Koran tersebut. Tidak berapa lama wartawan Koran tersebut menelpon untuk mengkonfirmasi kedatangannya.
liputan-radar-bogorLiputan di Koran Radar Bogor


Wah sukses nih saya pikir….eh ternyata setelah terbit ulasan di media tersebut mungil banget alias kecil hehehhee. Ga sesuai yang diinginkan..tetapi beberapa hari setelah ulasan di Radar Bogor muncul wartawan lain dari koran Jurnal Bogor datang tanpa diundang…dan kali ini ulasannya 1 halaman penuh!!!dan full colour pula!! Hidup memang begini sesuatu yang tidak terduga kadang menghampiri kita..jadi disyukuri aja.

liputan-jurnal-bogorLiputan di Koran Jurnal Bogor

Setelah koran lokal….. kita menyasar ke media – media terbitan Jakarta. Walaupun lokasi warung surabi kami ada di Bogor tetapi target market kita juga orang Jakarta karena banyak juga yang melancong ke Bogor setiap weekend. Dan mereka biasanya selalu siap untuk membelanjakan uangnya di Bogor. Pertama adalah cari tau dulu nomer fax setiap media..ini bisa didapat melalui googling atau kalaupun ga ada kita bisa buka2 media2 tersebut di tukang Koran atau majalah untuk cari tahu nomer fax-nya. Setelah dapat,no. fax hampir semua media saya kirim undangan melalui fax..Kita memakai gaya Rambo dengan senapan mesinnya….yaitu sekali tembak  mengeluarkan banyak peluru, “pasti ada yang nyangkut” saya pikir.

Liputan di tabloid Saji dan  di Koran Sindo

liputan-sindo2

Memang benar… beberapa media menelpon balik dan membuat jadwal untuk berkunjung ke Warung surabi kami..Walaupun ga semua tetapi ini sudah kemenangan kecil kami. Yang konfirmasi berkunjung adalah majalah Femina, Koran Sindo (seputar Indonesia) dan juga tabloid Saji.

liputan-saji4

Tetapi yang datang hanya Koran Sindo dan tabloid Saji..majalah Femina batal karena mendadak ada liputan lain yang lebih Urgen. Lumayanlah saya pikir..ada 2 media dengan oplag yang besar akan datang. Dan hasil liputannya juga melebihi ekspektasi..masing-masing memuat 1 halaman!! Luar biasa memang..
sctv

Liputan di SCTV

Setelah media nasional kami mulai mengincar media televisi..yang ini lebih mengejutkan karena 4 TV bersedia meliput yaitu RCTI, SCTV, Metro TV dan Trans TV. Dan efek paling terasa memang ketika televisi menayangkan liputannya..warung Surabi kami langsung diserbu oleh pembeli.. Bagi anda semua yang sedang menjalankan bisnis sendiri… gunakanlah kekuatan media karena akan membawa dampak yang luar biasa terhadap bisnis kita..
Salam sukses

Imam Wijayanto

Mau menaikan omset hingga 3000 %? Tanpa keluar biaya promosi ? bisa kok…… February 3, 2009

Posted by imamwijayanto in Tips bisnis.
5 comments

dsc00190

Judulnya seperti mau nyaingin bukunya Tung Desem Waringin ya? Hehehehe…Tapi ini memang terinspirasi oleh bukunya beliau yaitu Marketing Revolution. Walaupun ga beli bukunya cuma baca di toko buku Gramedia ^_^ tapi yang penting ilmunya sudah menyerap di otak.

But anyway…..ini bermula dari ketika saya memulai usaha Surabi Arab di Bogor sekitar bulan April 2008. Ini merupakan bisnis makanan saya yang ketiga….motivasi membuka surabi arab ala Bandung memang karena kegilaan sama Surabi di Bandung. Lagi-lagi otak bisnis berkata…kenapa ga buka surabi sendiri aja mumpung waktu itu diajakin sama temen waktu kuliah untuk berbisnis surabi.


Membuka surabinya diputuskan di Bogor karena pertama daerahnya masih mirip dengan Bandung dan udaranya juga sangat mendukung buat makan Surabi. Di awal buka pertama kali …… bahasa kerennya soft launching sengaja tidak ada promosi, ini dikarenakan karyawan masih baru dan belum jago dalam membuat surabi serta melayani pembeli jadi hitung2 latihan memperlancar gimana membuat surabi……” konsumen jangan banyak-banyak dulu” saya pikir.

Eh ternyata pikiran tersebut benar-benar jadi kenyataan malah lebih parah…. konsumen yang datang sedikit banget, malah karyawan cenderung menganggur. Bukan latihan memperlancar malah jadi lupa nantinya cara memasak surabi kalo begini terus. Hari kedua malah lebih parah padahal itu adalah hari minggu…omset paling dapet cuma 50 ribu. Tapi itupun kita syukuri karena masih ada yang beli walaupun tanpa promosi.

Hari ketiga sudah mulai merosot semangat karyawan karena menganggur, ini ga bisa dibiarkan. Keadaan ini malah membuat saya tertantang untuk mendatangkan konsumen. Akhirnya hari ke-empat kita mulai berpromosi ke kampus-kampus yang ada di Bogor. Menyebarkan flyer-flyer…tapi ini bukan sembarang flyer karena saya ga mau flyer-flyernya jadi sampah karena langsung dibuang. Menyiasatinya adalah dengan mencantumkan voucher diskon 50 % di bawah flyer. Ternyata itu efektif untuk membuat para mahasiswa tidak membuang flyer-flyer tersebut.

Hati ini berubah jadi bahagia dan puas karena program promosi sudah dijalanin dan tidak ada yang membuang flyernya. Tapi itu baru kemenangan kecil pertama…ternyata untuk mendatangkan konsumen tidak semudah itu. Walaupun konsumen sudah agak lumayan berdatangan tetapi karyawan masih blom teruji karena masih banyak nganggurnya. Bagaimana lagi ya cara berpromosinya? Padahal uang sudah habis untuk memodali buka warung tersebut….ga mungkin beriklan saya pikir karena butuh dana yang tidak sedikit.

Saya mencari-cari ide dengan mendatangi toko buku dan akhirnya membaca bukunya Tung Desem Waringin yaitu Marketing Revolution. Setelah sepintas membaca buku tersebut ,semangat saya untuk menaikan omset menyala – nyala lagi. Akhirnya muncul ide yang brilian menurut saya…ini yang dipakai sama perusahaan-perusahaan besar, namanya Public Relation. Yup PR adalah strategi yang digunakan oleh sebagian perusahaan ketika budget untuk beriklan sedikit.

Warung Surabi ini harus diliput sama media cetak maupun televisi itu adalah jawabannya untuk mendatangkan konsumen. Tapi bagaimana caranya? Pertama saya bikin menu baru yang sekiranya akan menjadi magnet para pencari berita untuk datang. Menu baru itu haruslah yang unik karena surabi bandung itu sudah biasa dan sebagian orang sudah tau rasanya. Dan yang kedua menu baru ini haruslah enak dan memberi kesan yang kuat bagi yang memakannya.

Pada akhirnya kita berhasil menciptakan menu tersebut yaitu Surabi ice cream. Surabi ini sangat unik dan mempunyai rasa yang pas banget dilidah…setelah menemukan resep yang paling pas kita mulai bergerilya untuk mendatangkan media (kaya mau perang aja ya bahasanya……). Mau tau gerilya apa aja yang dilakukan dan media-media mana saja yang telah menulis warung surabi ini? Anda bisa mengetahuinya di …. Mau menaikan omset sampe 500 %? Tanpa keluar biaya promosi ? bisa kok (2)

liputan-saji1Ini adalah salah satu media yang  menulis mengenai warung surabi kami…

Baiklah kita teruskan ceritanya…terbukti strategi tersebut berhasil membuat media cetak dan televisi berdatangan untuk meliput Surabi Arab ini. Dan hasilnya luar biasa terasa sekali ke jumlah pengunjung. Terutama di hari Sabtu dan Minggu semua tempat duduk yang berjumlah 40 terisi penuh malah beberapa tidak kebagian sehingga terpaksa mereka berdiri atau duduk di kursi panjang yang sengaja kita disediakan untuk pengunjung yang tidak kebagian meja. Kenaikan omzet kalau dihitung dari awal buka yang Rp 50.000 / hari bisa mencapai 3000%!!!!! Luar biasa memang……Bagi yang mau menaikkan omzet penjualannya, pesan saya jangan cepat menyerah….semua masih mungkin terjadi.

salam sukses

Imam wijayanto

Mau berbisnis? tirulah perilaku bayi January 30, 2009

Posted by imamwijayanto in Tips bisnis.
7 comments

dsc00213Sekarang keisha..anakku yang baru berumur 6 bulan sedang senang – senangnya berguling di tempat tidur. Biasanya dia sangat tenang ketika ditaruh di kereta bayi, tapi sekarang dia lebih suka ditidurin di ranjang yang besar. Ternyata memang dia lagi senang mencoba kebisaan yang baru..yaitu berguling dari sisi tempat tidur yang satu ke sisi tempat tidur yang lainnya. Dalam waktu kurang dari satu menit dia bisa berguling dari ujung ke ujung. Sekarang sudah ga bisa lagi ditinggal sebentar di tempat tidur sendirian walaupun untuk sekedar ambil minuman.

Ada satu pelajaran menarik dari perilaku keisha..walaupun disampingnya dihalangi oleh guling ataupun oleh orang tuanya, tetep saja dia berguling…mencoba untuk menyingkirkan benda2 yang disampingnya. Ataupun disampingnya jelas-jelas sudah diujung tempat tidur dia ga peduli. Sebagai orang tua yang mengawasi kita merasa kasihan kalau dia mau berusaha berguling ada halangan disampingnya…pasti kita akan menyingkirkan halangan tersebut. Atau ketika sudah berada diujung tempat tidur pasti saya atau istri saya akan mengangkat keisha ke tempat yang aman untuk berguling kembali.

Itulah pelajaran menarik yang bisa diambil..kita itu ibarat bayi dan Allah SWT  sebagai orang tua. Apapun yang menjadi halangan kita walaupun jelas-jelas ada di depan mata kita harus percaya bahwa kita pasti akan ditolong olehNYA kalau kita tetap berusaha dan berdoa. Allah SWT  tidak akan tega  membiarkan rintangan menghadang langkah-langkah kita yang percaya kalau kita mampu melewatinya.

Saya jadi ingat ketika pertama kali saya ingin mulai berbisnis Bakso Kota Cak Man. Ketika itu Bakso Kota Cak Man belum ada di Jakarta. Saya yang pernah tinggal di Malang ketika kuliah memang sudah terbiasa makan Bakso Kota Cak Man di sana. Dan berencana untuk membawa Bakso tersebut ke Jakarta karena saya pikir di Jakarta tidak ada Bakso Malang yang enak.

Saya waktu itu bersiap-siap pergi ke Malang untuk menawarkan kerja sama dengan Cak Man. Eh ternyata ketika melewati kota Depok saya melihat Bakso Kota Cak Man ada di jl. Margonda. Dan memang mereka sedang berusaha untuk mengembangkan bisnis dengan sistem Franchise. Ini mungkin yang dinamakan pucuk dicinta ulam pun tiba.Tanpa pikir panjang saya mulai untuk bertanya-tanya berapa biaya franchisenya. Setelah tahu biayanya saya mengutarakan maksud untuk membuka cabang di Jakarta. Dan mereka mempersilahkan untuk mencari tempatnya terlebih dahulu.

Singkat cerita saya mulai mencari-cari tempat di seputar Jakarta. Dari Mall yang satu ke Mall yang lainnya..dan akhirnya saya tertarik untuk membuka di Plasa Semanggi. Kebetulan Mall tersebut di tengah kota dan tidak terlalu jauh dari kantor tempat saya bekerja. Ada satu tempat yang saya suka yaitu di foodcourt lt.3A, tepatnya di dekat jendela besar yang menghadap ke Jembatan Semanggi. Tempat itu saya pikir cocok sekali untuk jualan bakso, pertama paling kecil dibanding counter yang lainnya (pasti paling murah saya pikir hehehehe) dan yang kedua tempatnya paling strategis karena dekat dengan area tempat duduk favorit di Foodcourt karena ada jendela besar dan smoking area..cocok deh buat orang nongkrong.

Sayang sekali tempat tersebut sudah ada yang menempati yaitu Hotdog Booth. Saya pikir ya sudahlah cari counter lainnya yang masih kosong. Kemudian saya tanya ke bagian marketing berapa harga counter yang ada di Foodcourt. Mereka memberitahu harganya yang saya pikir mahal juga ya…karena kalau di Mall hitungan sewa adalah per meter2 dan harus kontrak selama beberapa tahun. Bayangkan berapa modal yang harus dimiliki..mumet juga kepala ini. Mana uang tabungan cuma berapa juta lagi…

Seminggu kemudian marketing plasa semanggi menelpon untuk menawarkan over kontrak counter Hotdog Booth!! Subhanallah kok bisa ya? yang diimpikan ada didepan mata. Tanpa pikir panjang saya langsung menyetujuinya…dan mulai bernegoisasi dengan yang punya Hotdog Booth. Akhirnya tercapai kata sepakat mengenai harganya dan sistem pembayarannya.

Setelah semua selesai ada satu masalah yang saya sendiri sudah tahu dari awal sebenarnya, yaitu modal yang minim. Walaupun sudah tahu halangannya, saya tetap bersemangat untuk memproses semua prosedur untuk buka Bakso di Plasa Semanggi. Ketika semua persoalannya sudah selesai..tinggal pembayaran eh tiba-tiba seorang sahabat lama ketika di kampus telepon. Dia kesel katanya saya mau buka bisnis bakso kok ga ngajak-ngajak…lah kok bisa tepat begini ya? saya pikir…ketika butuh modal malah ada yang nawarin uangnya. Padahal kita berdua sudah lama tidak penah berkomunikasi…Allah memang Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan oleh umatnya.

Jadi bagi teman teman semua..tirulah perilaku bayi ketika mau berbisnis. Jangan pedulikan halangan yang kita lihat..terus bersemangat dalam meraih apa yang kita inginkan. Karena pasti ada tangan-tangan yang berkuasa yang akan menolong kita.

Salam sukses

Imam Wijayanto

Awal tahun saat yg tepat memulai blog January 30, 2009

Posted by imamwijayanto in Uncategorized.
add a comment

Hhmmmmmm nulis apa ya? Ini memang bukan pekerjaan yang mudah buat saya. Karena selama ini pekerjaan yang paling saya benci adalah menulis (mengarang).  Ketika masih bekerja sebagai account executive di suatu perusahaan media cetak terbesar di Indonesia satu-satunya yang berhubungan dengan tulis menulis adalah membuat proposal kerja sama.

Itupun sebagian besar sudah ada format yg standar jadi saya tinggal mengembangkan saja.  Walaupun saya suka membaca buku ataupun koran tetapi ga tau kenapa  saya tidak bisa menyerap ilmu menulisnya ya…mungkin  saya terlalu fokus terhadap tulisan2 tersebut.

Bagi pembaca blog saya mohon dimaklumi apabila tutur bahasa saya kurang bagus di baca tetapi karena semangat untuk menulis dan membagi pengalaman membuat saya termotivasi untuk memulai menulis. Saya sebenarnya ingin mengisi blog ini dengan pengalaman-pengalaman bisnis yang saya alami dan juga buku-buku yang saya sukai. Masalah yang timbul adalah karena pengalaman pertama bisnis saya adalah 4 tahun yang lalu sehingga membuat saya bingung sendiri harus memulai dari mana?

Saya pernah konsultasi dengan blogger yang menginspirasi saya yaitu Pak Hadi Kuntoro mengenai ini dan dia menjawab dengan santainya mulai aja menulis dengan tema kebingungan tersebut..hehehhe saya pikir benar juga ya. Mungkin ada sebagian orang yang mempunyai masalah yang sama dengan saya. Jadi inilah tulisan pertama saya….semoga semakin banyak tulisan yang saya tulis semakin lancar saya menulisnya.