jump to navigation

Baru mau bisnis, apa yg harus dilakukan? May 20, 2009

Posted by imamwijayanto in Uncategorized.
trackback

Pagi ini ada kawan lama yang nge buzz saya,dia merupakan adiknya teman seperjuangan ketika di SMA.  Anggaplah namanya budi, selama ini dia bekerja di luar negeri dengan penghasilan yang besar. Walaupun besar tetapi dia punya keinginan untuk meninggalkan pekerjaannya untuk berwiraswata, maklum tabungannya sudah besar. Biasanya memang ketika uang tabungan besar rasanya gatel ingin mengembang-biakan uang tersebut daripada menganggur di bank.

Dia menanyakan bisnis apa yang sekiranya bisa dia masukin untuk memulai. Saya kalau menjawab hal seperti ini biasanya ga langsung saya jawab. Saya balik bertanya apakah dia sebelumnya pernah berbisnis? dan dia jawab belum pernah sama sekali. Wah kalau begini saya harus lebih hati-hati menjawabnya karena dia artinya belum tau bahwa berbisnis itu diperlukan sikap mental yang sama sekali berbeda ketika kita bekerja.

Walaupun dia bernafsu untuk memulai bisnis secepatnya tapi saya justru menenangkannya untuk  melihat sesuatu lebih jernih. Karena kalau dia salah melangkah maka uang tabungannya bisa habis tak tersisa. Katanya dia sudah menanyakan ke indomaret persyaratan untuk bisa menjadi franchisor. Ternyata dana yang diperlukan luar biasa banyak.

Saya justru menyarankan yang berkebalikan, saya ingin dia belajar dulu memulai bisnis. Caranya gimana? karena selama ini yang dia gunakan adalah otak kirinya, maka dia perlu melatih otak kanannya untuk dapat menemukan peluang2 dalam berbisnis. Cara yang paling efektif adalah praktek langsung, yup dia harus memulai bisnis terlebih dahulu tapi dengan modal yang tidak banyak.

Bisnis ini bukan untuk mencari keuntungan tapi untuk melatih dia bagaimana cara berbisnis, resiko yang diadapat juga kecil tapi dia bisa merasakan kalao bisnis itu seperti ini toh. Tujuannya adalah dia bisa melatih otak kanan kanannya dan juga melatih mental pengusaha. Bagaimana sikap kita kalau ternyata usahanya tidak semulus yang kita perkirakan? bagaimana sikap kita kalau pelanggan ternyata sedikit? bagaimana mencari solusinya? bagaimana menghadapi karyawan? dsb.

Itu semua hanya bisa didapat kalau kita langsung praktek, tetapi memulai dari yang kecil dahulu. Kalau yang kecil berhasil maka kita bisa memulai yang agak besar, kemudian yang lebih  besar lagi.

Memulai bisnis itu ibarat kita baru mau belajar menyetir mobil. Kalau baru belajar kita ga mungkin langsung pergi ke daerah puncak dengan tingkat kesulitan yang begitu tinggi. Sebaiknya kita mulai dengan jalanan yang sepi dahulu, seperti komplek perumahan. Apabila sudah mulai lancar kita bisa tingkatkan dengan menyetir di jalan raya yang tidak terlalu ramai, kemudian bisa di tingkatkan di jalan raya dalam kota. Dan apabila sudah sangat lancar kita bisa menyetir keluar kota dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Apabila kita lakukan dengan cara seperti itu maka insya Allah kita bisa berbisnis dengan skala modal berapapun akan berjalan dengan  lancar.

Salam sukses

Imam Wijayanto

Comments»

No comments yet — be the first.